Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

This Trendoid is Sicken Me

 https://news.ycombinator.com/item?id=20445028 googling HN, gak sengaja nemu sambatan orang perihal "sok tau mode" hanya karena seseorang pernah membaca artikel, nonton konferensi atau nonton youtube favoritnya yang membahas suatu teknologi yang populer. lalu dia coba menerapkannya di tempat kerja dimana semua orang diwajibkan untuk mengimplementasikannya. just like what happen on my workplace. my boss have some kind of circle of IT people (outside of work), which basically like his consultant about how to do technical "things". from the beginning, i have already doubting it. because alot of people who sell "talks" without understanding any of it, make shit become harder. my boss trying to implementing of what his consultant "teachs", by make us to thing that "popular" without listening to myconcerns. from my side, im cool with it. BUT the reality is said no. if you really trying to do what "popular", you need to listen to us ...

Kembali ke Debian Setelah 5 Tahun

setelah 5tahun lebih pakai windows, akhirnya saya bisa pakai debian lagi. kali ini dengan pola pikir baru, mengikuti kebutuhan sesuai jaman. dulu saya sering sekali pakai gnome, tapi setelah tau kalo itu sangat bloated, saya tidak akan sentuh itu lagi. xfce adalah DE nomor 1 saya, tapi setelah sekian lama,  mungkin sudah saatnya saya pindah ke lain hati. setelah tanya2 gugel dan lihat2 reviu, saya memutuskan menggunakan KDE Plasma, sampai saat ini belum ada kendala, semoga kedepan juga terus begitu. living on the edge, itu semboyan yang saya pakai ketika menggunakan debian. yang mana akan saya lanjutkan lagi. tapi saya sudah lupa gimana cara untuk pindah ke sid. sambil lari, sekaligus tidur. saya berencana perbarui BIOS, ini hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya. ketika pakai windows, saya menyadari betapa pentingnya memperbarui BIOS itu. AI. visi/misi saya pakai linux, yang pertama adalah pasang LLM secara lokal untuk pakai bisa AI, entah gagal atau tidak, kita lihat nanti...

Cara Pasang Apache Flex di Ubuntu

Tahap0: pasang java (min v1.8.*) dan apache-ant Tahap1: unduh Linux Binaries http://flex.apache.org/download-binaries.html Tahap2: unduh flash player projector (dan atau content debugger) dan playerglobal.swcy (swc-nya) http://www.adobe.com/support/flashplayer/debug_downloads.html Tahap3: ... Referensi: https://aur.archlinux.org/packages/apache-flex-sdk/ https://cwiki.apache.org/confluence/pages/viewpage.action?pageId=34016162 https://cwiki.apache.org/confluence/display/FLEX/Installation+help#Installationhelp-InstallAIRonDebianbaseddistributions(suchasUbuntu) 20260322: saya sudah tidak pakai flex; 

git split repo folder

https://docs.github.com/en/get-started/using-git/splitting-a-subfolder-out-into-a-new-repository https://millerb.co.uk/2019/02/06/Split-Subfolder-Into-Another-Git-Repository.html # wajib clone ulang, karena akan ditimpa dengan riwayat baru (pengalaman: tidak perlu) git clone app1 cd app1 # memisahkan riwayat komit menjadi branch sendiri, # setelah selesai akan menghasilkan hash baru sebagai checkpoint. # 0b09d304c0565cdb60d96f69593a46664de34eca git subtree split --prefix subdir/subapp1 # dari hasil hash baru tadi, gunakan checkpoint untuk membuat branch baru. git checkout -b {branch} {hash} # komit subapp1 git remote add {remote} {server} git push -u {remote} {branch}:master # komit app1 git checkout master git rm -rf subdir/subapp1 git commit -m "split" git filter-branch --prune-empty --tree-filter 'rm -rf subdir/subapp1' HEAD giit push origin master --force selesai.